10 Mantan Anak Asuh Sir Alex Ferguson yang Turut Menjadi Manajer

194 views

Prestasi manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson layaknyanya memang tak perlu diragukan lagi.

Selama melatih The Red Devils, pria asal Skotlandia ini telah berhasil memenangkan beragam trofi bergengsi, layaknya Premier League, FA Cup, League Cup, Champions League hingga trofi Piala Dunia AntarClub.

akan tetapi prestasinya tak tidak melakukan suatu gerakan atau diam hingga di sana, ia pun berhasil bikin lahir pemain-pemain luar biasa, sebut saja Roy Keane, Gary Neville, hingga Ryan Giggs.

Seakan terinspirasi sukses mencapai prestasi sang manajer, terbukti ada 10 eks pemain The Red Devils yang ikuti jejak Sir Alex Ferguson dan mengambil ketetapan untuk melanjutkan karier sepakbolanya menjadi seorang manajer.

Siapa saja mereka? selanjutnya ialah list 10 eks anak asuh Sir Alex Ferguson yang mengambil ketetapan untuk melanjutkan karier sepakbolanya menjadi seorang manajer.
10. Ole Gunnar Solksjaer

Ole Gunnar Solksjaer menguatkan Manchester United di tahun 1996 hingga 2007. Selama menguatkan United, dirinya ialah pemain yang cukup diandalkan di lini depan timnya.

Selama 9 musim, pemain yang mempunyai asal dari Norwegia ini telah bermain di 235 kompetisi dan membuat sesuatu 91 gol.

Solksjaer mengambil ketetapan untuk gantung sepatu di tahun 2008, dan sesudah mengambil ketetapan untuk pensiun, dirinya pun langsung melanjutkan kariernya untuk menjadi seorang pengasuh. Tim pertama yang dilatihnya ialah skuat muda Manchester United.

Di musim 2016/17, Pria yang kini mempunyai usia 43 tahun ini tengah melatih tim asal negaramya, FK Molde. Sebelum mengambil ketetapan melatih Molde di tahun 2015, Solksjaer pun pernah melatih beberapa Club, layaknya tim muda Clausenengen FK dan Cardiff City.
9. Henrik Larsson

Henrik Larsson menguatkan United waktu dirinya melakukan masa peminjaman dari negara asalnya, Swedia, Helsingborg iF. Larsson berada di Old Trafford selama tiga bulan, masa peminjamannya diawali dari bulan Januari Maret 2007.

Meskpun masa peminajamnnya cukup singkat, akan tetapi pria yang juga pernah bermain Barcelona itu berhasil bermain di 7 kompetisi dan membuat sesuatu satu gol.

sesudah menguatkan United, Larsson pun lantas mengambil ketetapan untuk kembali ke Swedia dan menguatkan Raa iF dan Hogaborks BK sebelum selanjutnya mengambil ketetapan untuk pensiun di tahun 2009.

Pria yang kini mempunyai usia 45 tahun ini pun mengambil ketetapan untuk menjadi seorang manajer, dan di bulan Desember 2009, ia pun resmi menjadi manajer Club divisi ii Swedia, Landskrona BoiS.

Di musim 2015/16, ia mengambil ketetapan untuk melatih Club Swedia yang lain, Helsingborg iF, akan tetapi terbukti, prestasi Larsson waktu menjadi manajer tak secemerlang waktu dirinya menjadi pemain, tidaklah berhasil mengangkat prestasi Club, ia justru bikin Helsingborg terdegradasi di akhir musim.
8. Paul ince

Paul ince menguatkan Manchester United di tahun 1989 hingga 1995. ia pun berhasil menjadi salah satu pemain yang cukup diandalkan dan berhasil membuat sesuatu 25 gol dari 206 kompetisi yang ia jalani.

sesudah gantung sepatu, ince pun lantas mengambil ketetapan untuk melanjutkan kariernya Selayak manajer. Tim pertama yang ia latih ialah Macclesfield Town di musim 2006/07.

Prestasi cemerlang yang ditorehkan ince selama berkarier menjadi manajer ialah berhasil membawa MK Dons menggapai Football League Trophy di tahun 2008 dan menggapai trofi Football League Two di musim 2007/08.

Di Samping melatih dua Club tersebut, pria yang kini mempunyai usia 49 tahun ini pun juga pernah melatih Blackburn Rovers, Notts County hingga Blackpool.
7. Gary Neville

Legenda Manchester United, Gary Neville, juga mengambil ketetapan untuk melanjutkan karier sepakbolanya menjadi seorang manajer.

Selama menguatkan United, pria asal inggris ini telah berhasil bermain di 400 kompetisi dan senantiasa menjadi pemain yang diandalkan oleh Sir Alex Ferguson.

Neville mengambil ketetapan untuk gantung sepatu di akhir musim 2011/12, dan sesudah pensiun, ia pun langsung ditunjuk menjadi asisten pengasuh tim nasional inggris hingga tahun 2016 lalu.

Pria yang kini mempunyai usia 41 tahun ini pun pernah menjadi manajer Club La Liga, Valencia di musim 2015/16, akan tetapi beberapa rangkai hasil jelek dan gagal mengangkat penampilan tim bikin dirinya lantas dipecat di akhir bulan Maret 2016.
6. Ryan Giggs

Ryan Giggs menguatkan Manchester United di tahun 1991 hingga 2014. Dirinya pun berhasil menorehkan beragam macam prestasi dan bermain di 642 kompetisi serta membuat sesuatu 114 gol.

Giggs lantas ditunjuk menjadi asisten manajer yang juga merangkap menjadi pemain di tahun 2013, waktu United tetap dilatih oleh David Moyes. sesudah Moyes dipecat pada 22 April 2014, Giggs pun lantas diangkat menjadi manajer tatkala The Red Devils di empat kompetisi sisa.

Awal musim 2015/16, Manchester United pun lantas dilatih oleh manajer baru, Louis van Gaal, Giggs pun kembali ditunjuk untuk menjadi asisten manajer asal Belanda tersebut.

akan tetapi kini, sesudah United dilatih Jose Mourinho, Giggs pun tak lagi menjadi bagian dari staf kepengasuhan Club yang dibelanya sejak tahun 1987 itu.
5. Roy Keane

Roy Keane menguatkan Manchester United di tahun 1993 hingga 2005. Selama memakai seragamUnited, dirinya telah bermain di 326 kompetisi dan membuat sesuatu 33 gol.

Pria asal irlandia ini mengambil ketetapan untuk gantung sepatu di akhir msuim 2005/06 sesudah dirinya memperuat Glasgow Celtic. Tak membutuhkan waktu lama bagi Keane untuk kembali melanjutkan kariernya didunia sepakbola, ia pun langsung ditunjuk menjadi manajer Sunderland.

sesudah melatih Sunderland selama dua musim, Keane pun mengambil ketetapan melatih ipswich Town, akan tetapi gagalnyanya mengangkat prestasi tim dan bikin ipswich berada di peringkat ke-21 Championship Division, bikin dirinya pun lantas dipecat oleh manajemen Club.

Di Samping melatih Club, pria yang kini mempunyai usia 45 tahun itu pun sempat menjadi asisten manajer Aston Villa, Paul Lambert di tahun 2014. akan tetapi lantas melakukan pengunduran diri pada 28 November 2014 disebabkan dirinya diminta gabung untuk menjadi staf kepengasuhan tim nasional irlandia.
4. Bryan Robson

Legenda Manchester United yang lain, Bryan Robson, juga mengambil ketetapan untuk ikuti jejak Sir Alex Ferguson dan berkarier Selayak seorang manajer.

Robson menguatkan United sejak tahun 1981 hingga 1994, ia pun berhasil menorehkan 74 gol dari 345 bentuk rupanya.

sesudah mengambil ketetapan untuk gantung sepatu di tahun 1997, ia pun lantas langsung mengambil ketetapan untuk menjadi seorang manajer, Club pertama yang dilatih Robson ialah Middlesbrough, ia dibantu oleh eks pemain United yang lain, Viv Tyler Selayak asisten.

sesudah Middlesbrough, Robson pun banyak melatih Club-Club yang lain, layaknya Bradford City, West Bromwich Albion, Sheffield United hingga tim nasional Thailand di tahun 2009.
3. Steve Bruce

Steve Bruce mulai gabung Manchester United di tahun 1987 hingga 1996, ia berhasil bermain di 306 kompetisi dan membuat sesuatu 36 gol.

sesudah mengambil ketetapan untuk gantung sepatu, Steve Bruce pun tak membutuhkan waktu lama untuk beristirahat dan langsung mengambil ketetapan untuk menjadi seorang manajer, tim pertama yang ia latih ialah Sheffield United di tahun 1998.

sesudah melatih Sheffield, Steve Brice pun terhitung manajer yang sudah cukup lama merasakan pertarungan sengit antara manajer Premier League, tercatat dirinya juga pernah melatih beberapa Club lain, layaknya Wigan Athletic, Crystal Palace, Birmingham City, Sunderland, Hull City, hingga kini di musim 2016/17, dirinya tetap aktif menjadi manajer Aston Villa.
2. Jaap Stam

Jaap Stam menguatkan Manchester United di tahun 1998 hingga 2001, akan tetapi walaupun cuma dua musim, pria asal Belanda ini berhasil menggapai beragam trofi, layaknya tiga gelar Premier League, FA Cup hingga Champions League.

sesudah mengambil ketetapan untuk pensiun, Stam pun mengambil ketetapan untuk melanjutkan karier sepakbolanya menjadi seorang pengasuh. Club pertama yang dlatihnya ialah Club asal tanah kelahirannya, FC Zwolle di tahun 2011 hingga 2013. yg terlebih dahulu, ia pun menjadi interim di Club yang sama pada 2009.

Stam pun sempat gabung Ajax Amsterdam untuk menjadi asisten pengasuh di musim 2013/14 dan menjadi asisten skuat muda De Godenzonen di musim 2014/15.

Kini di musim 2016/17, pria yang kini mempunyai usia 44 tahun ini pun mengambil ketetapan untuk kembali ke inggris untuk melatih Reading.

Keberhasilannya membawa The Royals menggapai empat keberhasilan menang dari enam laga di bulan Januari dan duduk di posisi ke-3 klasemen tatkala Championship Division bikin Jaap Stam baru saja diberi anugerah apresiasi Selayak manajer paling baik Championship Division untuk bulan Januari.
1. Laurent Blanc

layaknyanya, Laurent Blanc menjadi eks pemain Manchester United yang berhasil ikuti jejak Sir Alex Ferguson menjadi seoarang manajer.

sesudah menguatkan Manchester United di tahun 2001 hingga 2003, Blanc pun mengambil ketetapan untuk melanjutkan karier sepakbolanya menjadi seorang pengasuh di tahun 2007. Club pertama yang dilatihnya ialah Club Ligue 1 Prancis, Bordeaux.

ia pun berhasil membawa Bordeaux Menjadi Sang Juara beberapa gelar tempat regional dalam negeri, layaknya Ligue 1, Coupe de la Ligue dan Trophee des Champions yang ia raih di musim 2008/09.

Prestasi cemerlang Blanc Bordeaux pun bikin Paris Saint-Germain lantas membawanya ke Parc des Princes di tahun 2013. Les Parisiens, Blanc pun berhasil menggapai bayak trofi, layaknya dua gelar Ligue 1, dua trofi Coupe de France, tiga trofi Coupe de la Ligue dan tiga trofi Trophee des Champions.

Sebelum menjadi manajer Paris Saint-Germain, pria yang kini mempunyai usia 51 tahun itu terlebih dahulu menjadi manajer tim nasional Prancis di tahun 2010 hingga 2012.

logo