7 Klub yang Kejayaannya Sudah Berakhir

131 views

Club paling akhir yang Rawan alami kebangkrutan ialah Bolton Wanderers. Tim yang berjuluk The Wanderers tersebut di info-kan mempunyai rimbag sebesar 200 juta pound dan sudah terkena embargo transfer pemain.

Bolton ialah salah satu tim yang berhasil di inggris. The Wanderers pernah Menjadi Sang Juara FA Cup sebanyak tiga kali di tahun 1920-an dan cukup lama bermain di Premier League. Bahkan, beberapa pemain bintang sempat tertarik untuk menguatkan tim yang pernah dilatih Sam Allardyce tersebut.

6. Real Oviedo

​ Tim berjuluk Carbayones tersebut pernah menjadi salah satu pesaing di La Liga tahun 1990-an. Bahkan, Real Oviedo pernah berkompetisi di UEFA Cup sesudah finis di urutan keenam klasemen kompetisi paling tinggi di Spanyol tersebut.

Terpental ke Segunda Division bikin Oviedo alami persoalan di keuangan. Bahkan, Carbayones sempat terperosok hingga ke divisi empat di Spanyol. akan tetapi, suporter Oviedo tidak rela melihat timnya alami kebangkrutan.

Mereka ikut menolong memberikan dana pada Diego Cervero dkk. Perlahan, prestasi mereka mulai menjadi baik. paling akhir, Oviedo berhasil kembali ke Segunda Division, atau satu tingkat di bawah La Liga.

5. Fiorentina

​ Fiorentina pernah menjadi salah satu tim kuda hitam di kompetisi italia dan Eropa. Bahkan, Club berjuluk La Viola tersebut pernah jadi pemenang Serie A sebanyak 2 x 1. akan tetapi pada 2001, Fiorentina sempat alami kebangkrutan. Mereka tidak mampu membayar rimbag yang menggapai 50 juta dolar.

Pada Agustus 2002, Diego Della Valle mengambil ketetapan untuk membeli Fiorentina dan kembali berkompetisi di Serie C2. Perlahan, La Viola mulai bangkit dan kembali melakukan saingan menggapai gelar juara di Serie A.

4. Portsmouth

​ Tim yang berjuluk The Pompey tersebut memang sempat menjadi salah satu kuda hitam di Premier League. The Pompey sempat 2 x 1 lakukan tembusan partai final FA Cup di akhir 2000-an dan mereka berhasil memenangkan salah satu gelar juara itu.

Bahkan, beberapa pemain bintang layaknya Sol Campbell, Jermain Defoe dan Lassana Diarra. persoalan keuangan memaksa The Pompey memaksa mendagangkan para pemain bintangnya tersebut.

Pompey Supporter Trust mengambil ketetapan untuk menyelamatkan keuangan tim kesayangannya. Sekarang, tim yang diasuh Paul Cook tersebut bermain di League Two.

3. Leeds United

​ Satu lagi tim dari Premier League yang mengalai kebangkrutan. The White sempat menjadi salah satu tim pesaing di inggris. Bahkan, Leeds United sempat lolos ke babak semifinal Champions League.

Leeds United bikin lahir sebanyak pemain bintang. Sebut saja Eric Cantona, Harry Kewell, Rio Ferdinand dan Alan Smith. Sayang, persoalan keuangan memaksa The White yang mendagangkan para pemain tersebut. Sekarang, Leeds United berkompetisi di kompetisi Championship.

2. Rangers

​ Rangers ialah salah satu penguasa di Liga Skotlandia. Tim berjuluk The Gers menyabet gelar juara sebanyak 54 kali. akan tetapi pada musim 2011/2012, Rangers alami kebangkrutan dan sempat terdampar ke Divisi Empat Liga Skotlandia.

Sekarang Rangers berusaha, untuk bangkit dan bermain di kompetisi Championship, yang ialah divisi dua Liga Skotlandia.

1. Parma

​ Fabio Cannnavaro, Hernan Crespo, Lilian Thuram, dan Gianluigi Buffon ialah beberapa pemain bintang yang pernah menguatkan Parma. Buffon bahkan lulusan akademi Parma. Merekalah pemain yang pernah membawa Parma berjaya di Serie A di tahun 1990-an.

Tim yang berjuluk Gialloblu alami kebangkrutan pada tahun 2004. Perihal ini yang bikin Parma harus bermain di kompetisi Serie D. Parma sudah bangkit dan kembali berkompetisi di Serie A hingga musim 2014/15. akan tetapi, musim tersebut kembali menjadi masa kelam Parma dan mereka kembali bangkrut. Di akhir musim, sesudah dilikuidasi dan lahir kembali menjadi SSD Parma Calcio 1913, mereka kini tampil di Serie D.

logo