Strategi Riedl Bawa Timnas Bungkam Vietnam

183 views

Tim Nasional (Timnas) indonesia berhasil bikin kalah Vietnam skor 2-1. keberhasilan menang itu tak terlepas dari taktik dan strategi brilian Alfred Riedl, yang nyaris sama juga Pep Guardiola di Manchester City dan Diego Simeone di Atletico Madrid, Minggu (04/12/16).

Timnas indonesia tampil luar biasa waktu menjumpai Vietnam pada kompetisi semifinal pertama Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (04/12/16) malam WiB. Boaz Solossa dan kawan-kawan membungkam Vietnam skor 2-1.

Dua gol keberhasilan menang indonesia dicetak oleh Hansamu Yama Pranata (7′) dan Boaz Solossa melewati titik putih (50′). akan tetapi gol Vietnam dilesakkan oleh Nguyen Van Quyet (17′) melewati Sepakan penalti.

Dalam kompetisi tersebut, bek tengah Timnas, Hansamu Yama Pranata mendapat beragam macam pujian. Masalahnya, ia membuat sesuatu gol pada kompetisi debutnya Timnas di Piala AFF 2016.

“Hansamu Yama Pranata main amat bagus. Dia bisa mematikan pemain nomer 9 Vietnam (Le Cong Vihn). seluruh pemain bermain bagus,” ungkap pengasuh Timnas, Alfred Riedl dalam perjumpaan pers usai kompetisi.

Di Samping Hansamu, Boaz juga patut mendapat pujian. Pemain yang berasal dari Club Persipura Jayapura itu membuat sesuatu gol keberhasilan menang Skuat Garuda.

akan tetapi, satu sosok yang tidak boleh dilupakan ialah Alfred Riedl. pengasuh asal Austria itu meramu Timnas strategi yang amat luar biasa.

Opa Riedl, sebutan akrabnya, bikin strategi yang mematikan seluruh pemain Vietnam. hingga-hingga The Golden Star harus bermain keras untuk memancing emosi pemain indonesia.

Di balik strategi mematikan Riedl tersimpan sosok dua pengasuh hebat dunia, Pep Guardiola (Manchester City) dan Diego Simeone (Atletico Madrid). Strategi hebat Riedl nyaris sama juga ke-2nya. Riedl memang patut dicocok atau sepadankan ke-2nya Selayak sosok pengasuh yang hebat.

Untuk itu, menganalisa strategi mematikan Riedl bawa indonesia bungkam Vietnam:

1. Kecerdikan Riedl 4-4-2 ala Simeone Matikan Kecepatan Para Pemain Vietnam

Dalam kompetisi menjumpai Vietnam, pengasuh Timnas indonesia, Alfred Riedl memasang formasi 4-4-2. Ada beberapa pemain yang baru melakukan laga debutnya Selayaks starter di Piala AFF 2016, ialah Hansamu Yama Pranata, Manahati Lestusen, dan Ferdinand Alfred Sinaga.

Posisi penjaga gawang tetap ditempati Kurnia Meiga Hermansyah. Bek tengah menjadi milik Hansamu Yama Pranata dan Manahati Lestusen. Sebab, dua bek tengah andalan Timnas, Fachrudin Aryanto dan Rudolof Yanto Basna terkena akumulasi kartu kuning.

Posisi bek kanan tetap dihuni Benny Wahyudi. Bek kiri ditempati Abduh Lestaluhu. akan tetapi lini tengah dihuni oleh Bayu Pradana (gelandang bertahan), Stefano Lilipaly (gelandang tengah), Andik Vermansah (gelandang sayap kanan), dan Rizky Rizaldi Pora (gelandang sayap kiri).

Duet striker Timnas dihuni Boaz Solossa dan Ferdinand Sinaga. ke-2nya saling bertukaran menempati pos agak ke depan pertahanan lawan.

Strategi 4-4-2 amat berhasil di babak ke-2. Direct Football menjadi andalan Skuat Garuda untuk membongkar pertahanan lawan. Direct Football menolong Timnas memperoleh service bola mati.

Service bola mati yang selanjutnya menjadi gol Hansamu Yama Pranata pada menit ke-7. Bek tengah asal Club Barito Putera itu memapak umpan matang sepakan pojok Rizky Pora.

Direct Football atau umpan lambung terobosan tanpa memegang terlalu lama bola menjadi andalan Timnas. Umpan itu merepotkan pemain Vietnam yang mempunyai ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi.

Strategi yang dikerjakan Riedl sama juga Diego Simeone. pengasuh asal Argentina itu senantiasa bikin terapan formasi 4-4-2 Direct Football selama menukangi Atletico Madrid.

oleh karena itu, Los Rojiblancos menjadi tim yang menakutkan. 2 x 1 masuk final Liga Champions (2013/14 dan 2015/16). Satu kali juara La Liga Spanyol (2013/14).

2. Strategi 4-2-3-1 Riedl ala Guardiola di Manchester City

Strategi 4-4-2 Direct Football ala Riedl berhasil membuahkan gol ke-2 melewati Sepakan penalti Boaz Solossa pada menit ke-50.

Berawal dari terjangan gempuran balik cepat, Stefano Lilipaly dilanggar salah satu pemain Vietnam di kotak penalti. Tanpa ampun, Boaz yang menjadi eksekutor enggan menyia-nyiakan peluang tersebut.

Usai unggul 2-1, Riedl cerdiknya mengganti formasi strategi 4-2-3-1. ia mengganti Boaz Solossa Evan Dimas Darmono di 15 menit akhir babak ke-2.

akan tetapi, striker yang bermain cuma Lerby Eliandry. Pemain yang berasal dari Club Pusamania Borneo FC (PBFC) itu mengganti Ferdinand Sinaga di pertengahan babak ke-2.

Masuknya, Evan Dimas bikin Stefano Lilipaly menjadi lebih ke depan. Evan diplot menjadi gelandang tengah Bayu Pradana selaku gelandang bertahan.

Lilipaly cocok atau sepadan Andik Vermansah yang lantas digantikan Zulham Zamrun selaku gelandang sayap kanan. Serta Rizky Pora yang menempati gelandang sayap kiri.

bermakna , 5 pemain melimpah di lini tengah. Startegi 4-2-3-1 kini bikin pemain Vietnam tidak mempunyai ruang gerak dalam memainkan penguasaan bola. The Golden Star cuma menggunakan supaya bermanfaat umpan lambung atau tarik untuk membongkar pertahanan indonesia.

oleh karena itu, indonesia dapat menjaga keberhasilan menang dan sesekali memberi ancaman pertahanan Vietnam melewati terjangan gempuran balik.

Strategi Riedl sama juga taktik Pep Guardiola di Manchester City. Guardiola gemar memasang formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1 di The Citizens.

Formasi 4-2-3-1 milik Guardiola pernah bikin Barcelona frustasi pada kompetisi ke-4 babak penyisihan kelompok C Liga Champions musim 2016/17 di Etihad Stadium, beberapa bulan yang lalu. Lionel Messi Cs dibikin tak berdaya penguasaan bola yang minim di babak ke-2. Hasilnya Man City menaklukkan Barcelona skor 3-1.

3. Kebolongan Lini Belakang Timnas Kontra Vietnam

Timnas indonesia bermain cemerlang bikin terapan amat baik strategi yang diinginkan pengasuh Alfred Riedl. akan tetapi, ada beberapa faktor yang tetap harus dibenahi untuk menjaga peluang Timnas melesat ke babak final, waktu menjumpai Vietnam pada semifinal ke-2 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (07/12/16).

Salah satu faktor yang harus dibenahi ialah fisik pemain. Terlihat, sebanyak pemain alami kecapekan dalam kompetisi kontra Vietnam.

Andik Vermansah hingga harus digantikan Zulham Zamrun. sesungguhnya, Pemain yang berasal dari Club Selangor FA itu mempunyai fisik yang amat baik.

Tak cuma fisik, satu hal yang harus dibenahi Timnas ialah posisi dua bek sayap yang dihuni Abduh Lestaluhu (kiri) dan Benny Wahyudi (kanan). ke-2nya sering telat untuk turun ke bawah, waktu menolong terjangan gempuran.

Perihal ini lah yang difungsikan Vietnam untuk melakukan umpan tarik atau lambung ke jantung pertahanan indonesia, oleh karena itu, The Golden Star mendapat hadiah Sepakan penalti usai salah satu pemainnya dijatuhkan di kotak penalti. Nguyen Van Quyet tidak menyia-nyiakan peluang itu untuk membawa Vietnam mempersamakan kedudukan 1-1.

Walau seperti itu, seluruh penduduk indonesia harus beri dukungan penuh Boaz Solossa Cs. Semoga di tahun ini, indonesia dapat menghapus kutukan selama 10 tahun lamanya menanti gelar juara Piala AFF 2016.

logo